Senin, 30 Mei 2011

Ultimate Journeys China Shouthern 2011


Hongkong-Guangzhou-Jiuzhaigou-Shenzhen  13 D 12 N
Hongkong Airport (Terminal) 7 Mei 2011

Day 01


Bermodalkan tiket Promo Cathay Pacific Surabaya-Hongkong / return yang ane dapat dengan harga $ 286, jauh lebih murah daripada AA yg mesti transit di KL, akhirnya tiba juga dibandara International Hongkong penerbangan selama 4 jam 20 menit, Meskipun delayed 1 jam gpp-lah karena pelayanan Cathay Pacific di udara sangat memuaskan. Ini adalah kali ke-5 ane menginjakkan kaki di Hongkong, bandara Hongkong terkenal sebagai bandara paling efisien & cepat dibandingkan beberapa airport terbaik lainnya, seperti Changi atau Incheon Seoul.
Dari bandara kami naik shuttle bus no. A21 yg berhenti tepat di depan hotel kami, yaitu CASA hotel. Biaya bus HK $33/ org. Lokasi hotel sangat strategis karena berada tepat di dpn pemberhentian Airport Bus, juga Yaumatai MRT tepat di sebelah hotel. Hotel berbintang 3 bertarif Rp 790rb terletak di jalan Nathan, jalan paling panjang dan paling ramai di Kowloon Hongkong. 

Gambar Casa Hotel Hong Kong, Hong Kong
Casa Hotel 487 Hongkong
Potret Casa Hotel Hong Kong, Hong Kong
Interior Kamar Hotel 

Potret Casa Hotel Hong Kong, Hong Kong
view from front of hotel on Nathan Rd
Setelah cek-in di hotel kami langsung menyusuri jalan Nathan yg ramai, meskipun belum malam lampu neon sign sdh dinyalakan semakin membuat jalan ini semakin bergairah. Temple street market yg berada dibelakang hotel juga tidak luput dari perjalanan kami, sampai akhirnya kami melewati sebuah kedai mie yg sangat ramai sekali pengunjungnya, wangi asap Wonton Mie menggugah kami utk mencicipi makanan wajib di Hongkong. Wonton Mie adalah Mie yg diatasnya diberi 6 bj pangsit Udang yg rasanya dahsyat sekali. harga Mie Hk$ 24.
Setelah puas makan perjalanan dilanjutkan menuju Harbour utk melihat keindahan gedung-gedung di Hongkong pada malam hari. Tepat jam 8 malam pertunjukan Simphony of the Star, yaitu pertunjukan lampu, laser dan musik yg dipancarkan dari gedung-gedung di Hongkong. Pertunjukan selama 10 menit ini termasuk objek wisata wajib bila pergi ke Hongkong, apalagi yang namanya gratis pasti deh ramai sekali.




Selesai pertunjukan kami pergi Ladies maeket, tidak ada yg kami beli krn acara beli-beli/ belanja kami fokuskan hanya pada hari terakhir, jd kali ini cukup cuci mata aja.


Day 02


Foto Hong Kong
Pagi-pagi setelah sarapan Dimsum kami meninggalkan HK menuju Guangzhou, yang kami lanjutkan naik Bullet Train dari Guangzhou ke Wuhan. Bullet train tipe G yg kami tumpangi saat ini merupakan Bullet Train tercepat yg asli buatan China dgn kecepatan 350km/ jam. Dibandingkan dgn Maglev buatan Siemens yg terdapat di Beijing dan Shanghai yg top speednya mencapai 430km/ jam, maka Bullet Train yg kami tumpangi ini jauh lebih nyaman dan lebih stabil terutama pada saat belok. Utk membuat sebuah belokan Bullet train maupun Maglev membutuhkan jarak beberapa kilometer. Jarak Guangzhou - Wuhan kurang lebih seperti Surabaya -jakarta, Bullet Train telah memperpendek jarak tempuh dari kereta kereta konvensional, dari 11 jam menjadi 3 1/2 jam. Harga tiket kelas 2 utk rute ini Rmb 460, sedangkan kelas 1 Rmb 890. Pada saat ini seluruh kereta api konvensional di China dirubah menjadi Bullet train, ada yg sudah jadi ada pula yg masih dikerjakan, dengan 3 macam kecepatan, dan paling cepat adalah tipe G. Saat ini Bullet Train adalah alat transportasi kebanggan bangsa China, krn negara bagian California Amerika Serikat-pun meminta China membuatkan kereta tsb di California.

Wuhan adalah ibukota dari propinsi Hubei, adalah salah satu kota penting di China bagian tengah selain Chengdu, Chongqing, dan Xi'an. Di Wuhan kami dijemput seorang sahabat kami di station Bullet Train, dan diantar mengunjungi Yellow Crane Tower dan Zhong shan park. Kami tidak bermalam di sini krn tujuan utama perjalanan kami kali ini adalah Jiuzhaigou, pd malam hari sekitar jam 10.30 kami meninggalkan kota Wuhan menuju Mianyang (Provinsi Sichuan) dengan pesawat. Mianyang adalah kota terdekat dari Jiuzhaigou yg dapat ditempuh lewat jalan darat, dan merupakan jalur alternatif paling murah dibandingkan lewat Chengdu (ibukota provinsi Sichuan). Rute penerbangan Chengdu-Jiuzhaigou-Chengdu adalah rute penerbangan termahal se-antero China, yaitu sekitar 2,5jt s/d 3 jt (PP), padahal lama penerbangan cuma 45 menit. Bagi agan yg ingin berhemat bisa memikirkan jalur Shenzhen/Guangzhou - Mianyang - Lanjut pake bus ke Jiuzhaigou, biaya bus cuma Rmb 80. Daripada jalur Hongkong/Shenzhen/Guangzhou - Chengdu - Jiuzhaigou yg umumnya dipakai biro perjalanan . Bila agan pake AA: KL - Chengdu, maka jalur mahal Chengdu - Jiuzhaigou gak bisa dihindari.

Mianyang adalah sebuah kota kecil di Sichuan. Meskipun kota kecil bandar udaranya sangat modern sekali, ciri khas bandara kota-kota di china, yaitu perpaduan kaca dan metal.



Day 03

Pagi-pagi setelah sarapan di Hotel kami meninggalkan kota transit ini menuju Jiuzhaigou dengan menggunakan bus. Biaya bus cuma rmb 80, murah meriah, akhirnya sampailah kami di kota tujuan yaitu Jiuzhaigou. Kami cek-in di Longkang Hotel, hotel bintang 3 bertarif Rmb 200 letaknya kurang lebih 100m dari Sheraton Hotel (sejalan). Di china meskipun hotel berbintang 3 fasilitasnya kurang lebih spt bintang 4. Hotel yg kami tempati ini dekat sekali dengan Jiuzhaigou valley, naik taksi sekitar Rmb 10.

Setelah cek-in kami turun ke kota Jiuzhaigou, jaraknya tidak seberapa jauh. Setelah puas berkeliling kota, malam harinya kami nonton pertunjukan Tibetan Show. Lokasi pertujukan ada di sebuah hotel, posisinya tepat di sebelah hotel kami. Tiket masuk untuk turis adalah Rmb 150 dan untuk org China sendiri Rmb 100, tp berhubung kami dibantu seorang sopir Taksi yg baru kami kenal akhirnya kami mendapatkan tiket dgn harga lokal yaitu Rmb 100, dengan syarat diberi uang lelah Rmb 10, lumayan menghemat pengeluaran.


Pertunjukan berdurasi 1,5 jam ini adalah pertunjukan wajib dikunjungi bila anda dtg ke Jiuzhaigou. Meskipun ini pertunjukan tarian dan nyanyian tradisional Tibet tapi tetap menggunakan teknologi modern spt lampu2, laser, dsb. Penonton tidak hanya melihat tarian tapi juga diminta terlibat dalam pertujukan, spt ada kekuatan tarik selendang dengan posisi jongkok, dimana pemenangnya dapat memilih dan mempersunting wanita Tibet yg terkenal cantik, dan berhidung mancung. Ritual spt ini adalah cara mempersunting wanita di Tibet sana. Meskipun hanya kimpoi-kimpoian dalam pertunjukan in tp sangat menghibur sekali.



Day 04
Setelah sarapan pagi di hotel pagi ini kami mengujungi Jiuzhaigou valley dengan menggunakan taksi. Tidak sampai 3 menit sampai-lah kami di Jiuzhaigou Valley. Tempat ini sering dipakai film silat Hongkong sebagai tempat shooting karena keindahan alamnya, tidak heran bila Unesco menetapkan Jiuzhaigou sebagai salah satu World Heritage. Setelah membeli tiket masuk, kami dijemput bus di dalam untuk naik ke puncak Valley. Bus akan berhenti di beberapa perhentian untuk menikmati pemandangan alam di sana, spt Trasure Mirror cliff, Naorillang falls, sleeping dragon lake, 5 colour lake, pearl waterfall. Sepintas bila kita lihat danaunya sangat dangkal karena airnya sangat bening sekali, tp kenyataannya danau cukup dalam, jd pemandu wisata di dalam komplek Valley berulang kali mengingatkan para pengunjung untuk berhati-hati dan tidak bermain air danau.

Di dalam Jiuzhaigou valley juga tersedia penyewaan baju Tibet, biaya sewa baju tsb Rmb 10. Pengunjung dpt berfoto ria menggunakan baju Tibet dengan latar belakang View pemandangan di sana. Mungkin banyak yg bertanya mengapa mesti Tibet, padahal jiuzhaigou di Provinsi Sichuan. Hal ini disebabkan provinsi Sichuan berbatasan dgn Tibet, banyak sekali org Tibet di Jiuzhaigou, sehingga budaya Bangsa Han ber-akulturasi Suku Tibet. Butuh satu hari untuk menikmati seluruh pemandangan alam di sana, namun kita tidak perlu ber-jalan untuk menikmati semua itu, karena tersedia bus gratis di dalam valley yg berhenti di setiap perhentian atau panorama.

Day 05 (11 Mei 2011)
Setelah sarapan pagi di Hotel, dengan mencarter mobil jurusan Jiuzhaigou- Kota Juancu untuk cek in di Hotel setempat- di antar ke Huanglong Valley (ditunggu sampai selesai)- diantar kembali ke kota Juancu. Biaya carter 1 mobil sedan Rmb 360.
Ane memilih Kota Juancu dengan alasan dekat dengan Huanglong, juga dekat dengan airport Jiuzhai Huanglong Airport. Bila kita nginap hotel di Jiuzhaigou maka kita akan bolak balik Jiuzhaigou-Huanglong-jiuzhaigou, padahal jarak Jiuzhaigou- Huanglong kurang lebih 100 km. Truz airport Jiuzhai Huanglong juga terletak di kota Juancu, kurang lebih 18 km. Kalo dari Jiuzhaigou ke airport kurang lebih 120 km.
Setelah cek-in di hotel di kota Juancu kami langsung mengunjungi Huanglong/ Mounigou Valley dengan mobil carteran tadi. Perjalanan menuju Huanglong kita dapat melihat salju putih menutupi tanaman, pohon, gunung, dsb. Ini adalah pengalaman pertama ane melihat salju. Meskipun sudah bulan Mei tetap bisa menjumpai salju di sini. Di dalam area Huanglong kami membeli tiket kereta gantung ke puncak Huanglong, kemudian berjalan kaki turun dari bukit untuk menikmati pemandangan alam Huanglong. Unesco juga telah menetapkan Huanglong sbg salah satu world heritage.
Di dalam Huanglong kita dapat menikmati pemandangan alam yg sangat indah dan menakjubkan yaitu kolam yg bertingkat-tingkat yg terjadi akibat fenomena alam. Juga kita dapat menikmati air terjun yg bertingkat, gunung salju dsb. Setiap 1 km kita dpt menjumpai rumah oksigen. Bagi kita yg tidak biasa dengan gunung atau merasa kurangnya oksigen dalam tubuhnya dpt menghirup oksigen gratis di rumah oksigen, cukup membayar alat hisap oksigen sekali pakai sebesar Rmb 1.
Kurang lebih jam 5 sore setelah selesai menikmati Huanglong kami kembali ke Juancu dengan mobil carteran td yg telah menunggu kami di muka pintu keluar. Malam ini kami beristirahat di hotel karena lelah sekali, dan lagi hawa di sini cukup dingin membuat kami malas untuk keluar hotel dan juga....ssst malas mandi malam.
Jiuzhaihuanglong Airport (Terminal) 12 Mei 20110


Day 06 
Pagi sekali kami meninggalkan Juancu menuju Jiuzhai Huanlong Airport. Lokasi airport di atas gunung, kurang lebih 5.000 meter di atas permukaan laut. Kebetulan sopir taksi yg mengantar kami seorang Muslim dari suku Hui, sehingga kami sapa sang sopir Assalamualaikum, dan sang sopir langsung menjawab sapaan kami, sang sopir sangat ramah sekali terhadap kami setelah kami sapa dengan salam tersebut dan Sang sopir bercerita banyak tentang kehidupan Suku Hui di China dimana pemerintah memberi keistimewaan dalam banyak hal kepada mereka, spt kebebasan mempunyai anak lebih dari satu, dsb.
Pagi ini kami berangkat ke Xi'an dengan pesawat China Eastern. Xi'an adalah ibukota dari provinsi Xanxi. Hotel yang kami tempati adalah Melody Hotel, letaknya sangat strategis krn tepat di depan Drum Tower, juga di depan hotel adalah tempat pemberhentian Airport Shuttle Bus. tarif bus Rmb 26. Hotel ber-bintang 3 ini bertarif Rmb 289.
Setelah cek-in hotel kami berjalan kaki ke Drum & Bell tower. Bangunan ini lambang dari kota Xi'an. Bangunan peninggalan sejarah ini sangat dirawat sehingga sangat terpelihara keadaan bangunannya. Tiket masuk ke dalam 2 bangunan ini adalah Rmb 40. Sama spt fasiltas milik pemerintah lainnya untuk org tua diatas 55 thn dpt diskon, sedangkan di atas 65 thn GRATIS !! tidak perduli penduduk setempat atau turis, yg penting dpt menunjukkan KTP atau Pasport. Arsitektur bangunan2 gedung di Xi'an agak beda dgn kota lainnya di China, hal ini bisa kita jumpai pada gedung2nya, baik itu Shopping Mall, hotel, atau Kantor, selalu kita jumpai bentuk atap khas China.
Siang harinya kami pergi ke Terracotta. Terracotta adalah patung2 prajurit perang di jaman dinasty Qin Shi Huang, yg dibuat pada abad ke-3 sebelum masehi. Anehnya meskipun jumlahnya patungnya ribuan tp tidak satupun dari patung tsb sama wajahnya. Sore harinya setelah dari Terracotta rencananya kami ingin ke istana Hua Qing Hot Spring sambil melihat pertunjukan lagu dan tari di sana, tp kami skip, kami memilih ke Big Wild Goose pagoda. Pada malam hari tepat di depan Pagoda ada pertunjukan air mancur yg disertai dgn lampu dan lagu terbesar di Asia. Total 7 lagu yg dimainkan, ada lagu mandarin, juga ada lagu barat. Sangat ramai sekali org2 berkumpul di tempat ini utk menyaksikan pertunjukan, lagi2 penyebabnya Gratis, he he he.

Day 07 (13 Mei 2011)
Pagi hari sekali sarapan di Mc Donald (persis di dpn Hotel), krn tarif hotel gak include breakfast. Jauh2 ke china kok makan Mc donald ? bosan makanan China kepingin yg fastfood. Secangkir kopi hangat dan sebuah Cheese burger cukup-lah untuk mengganjal perut di pagi hari. Setelah sarapan kami meniggalkan Hotel dgn Shuttle Bus yg perhentiannya tepat di depan hotel, untuk melakukan penerbangan ke Shenzhen.
Tiba di Bao'an shenzhen Airport sekitar jam 12 siang, langsung beli Voucher hotel di aiport. Biasanya ane pesan dulu di Internet, kali ini langsung aja karena hotel di Shenzhen sangat banyak dan murah lagi. Setelah cek-in kami langsung pergi ke Dongmen pedestrian street shopping, kurang lebih spt Nanjing street di shanghai, atau Beijing street di Guangzhou, tp yg ini lebih luas lagi. Kami makan siang di sini, di Real Kungfu, fastfood ala China dgn logo gambar Bruce lee. Makanan Nasi Ayamnya sangat lezat sekali, minumnya kacang hijau blender. Puas berbelanja di sini kami kembali ke hotel.
Malam harinya kami makan makanan khas org Shenzhen di sekitar hotel, sangat murah dan enak sekali, enggak kalah dgn di resto2.

Day 08 (14 Mei 2011)
setelah sarapan di sekitar hotel kami meninggalkan Shenzhen menuju Hongkong lewat Lowu. Sampai di Hongkong airport setelah cek-in masih ada waktu sekitar 4 jam, akhirnya kami putuskan naik Airport Express train ke Tsing Yi. Tsing Yi adalah pemberhentian pertama train Mrt ini. Bukan hanya sbg tempat pemberhentian, di Tsing Yi ini juga adalah Shopping Mall yg sangat besar sekali. Kami makan siang dan berbelanja di sini untuk oleh2 di bawa pulang ke Indonesia. 30 menit sebelum pesawat Cathay Pacific boarding kami telah kembali ke airport untuk melakukan penerbangan kembali ke Surabaya. Pesawat landing mulus di Juanda International di kota tercinta Surabaya. Berakhir sudah perjalanan yg mengesankan dan tak terlupakan ini.

Source : KASKUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar