Hongkong-Guangzhou-Jiuzhaigou-Shenzhen 13 D 12 N
Hongkong Airport (Terminal) 7 Mei 2011
Day 01
Bermodalkan tiket Promo Cathay Pacific Surabaya-Hongkong / return yang ane dapat dengan harga $ 286, jauh lebih murah daripada AA yg mesti transit di KL, akhirnya tiba juga dibandara International Hongkong penerbangan selama 4 jam 20 menit, Meskipun delayed 1 jam gpp-lah karena pelayanan Cathay Pacific di udara sangat memuaskan. Ini adalah kali ke-5 ane menginjakkan kaki di Hongkong, bandara Hongkong terkenal sebagai bandara paling efisien & cepat dibandingkan beberapa airport terbaik lainnya, seperti Changi atau Incheon Seoul.
Dari bandara kami naik shuttle bus no.
A21 yg berhenti tepat di depan hotel kami, yaitu CASA hotel. Biaya bus HK $33/
org. Lokasi hotel sangat strategis karena berada tepat di dpn pemberhentian
Airport Bus, juga Yaumatai MRT tepat di sebelah hotel. Hotel berbintang 3
bertarif Rp 790rb terletak di jalan Nathan, jalan paling panjang dan paling
ramai di Kowloon Hongkong.
| Casa Hotel 487 Hongkong |
| Interior Kamar Hotel |
| view from front of hotel on Nathan Rd |
Setelah puas makan perjalanan dilanjutkan menuju Harbour utk melihat keindahan gedung-gedung di Hongkong pada malam hari. Tepat jam 8 malam pertunjukan Simphony of the Star, yaitu pertunjukan lampu, laser dan musik yg dipancarkan dari gedung-gedung di Hongkong. Pertunjukan selama 10 menit ini termasuk objek wisata wajib bila pergi ke Hongkong, apalagi yang namanya gratis pasti deh ramai sekali.
Selesai pertunjukan kami pergi Ladies maeket, tidak ada yg kami beli krn acara beli-beli/ belanja kami fokuskan hanya pada hari terakhir, jd kali ini cukup cuci mata aja.
Day 02
Pagi-pagi setelah sarapan Dimsum kami
meninggalkan HK menuju Guangzhou, yang kami lanjutkan naik Bullet Train dari
Guangzhou ke Wuhan. Bullet train tipe G yg kami tumpangi saat ini merupakan
Bullet Train tercepat yg asli buatan China dgn kecepatan 350km/ jam.
Dibandingkan dgn Maglev buatan Siemens yg terdapat di Beijing dan Shanghai yg
top speednya mencapai 430km/ jam, maka Bullet Train yg kami tumpangi ini jauh
lebih nyaman dan lebih stabil terutama pada saat belok. Utk membuat sebuah
belokan Bullet train maupun Maglev membutuhkan jarak beberapa kilometer. Jarak
Guangzhou - Wuhan kurang lebih seperti Surabaya -jakarta, Bullet Train telah
memperpendek jarak tempuh dari kereta kereta konvensional, dari 11 jam menjadi
3 1/2 jam. Harga tiket kelas 2 utk rute ini Rmb 460, sedangkan kelas 1 Rmb 890.
Pada saat ini seluruh kereta api konvensional di China dirubah menjadi Bullet
train, ada yg sudah jadi ada pula yg masih dikerjakan, dengan 3 macam
kecepatan, dan paling cepat adalah tipe G. Saat ini Bullet Train adalah alat
transportasi kebanggan bangsa China, krn negara bagian California Amerika
Serikat-pun meminta China membuatkan kereta tsb di California.
Wuhan adalah ibukota dari propinsi
Hubei, adalah salah satu kota penting di China bagian tengah selain Chengdu,
Chongqing, dan Xi'an. Di Wuhan kami dijemput seorang sahabat kami di station
Bullet Train, dan diantar mengunjungi Yellow Crane Tower dan Zhong shan park.
Kami tidak bermalam di sini krn tujuan utama perjalanan kami kali ini adalah
Jiuzhaigou, pd malam hari sekitar jam 10.30 kami meninggalkan kota Wuhan menuju
Mianyang (Provinsi Sichuan) dengan pesawat. Mianyang adalah kota terdekat dari
Jiuzhaigou yg dapat ditempuh lewat jalan darat, dan merupakan jalur alternatif
paling murah dibandingkan lewat Chengdu (ibukota provinsi Sichuan). Rute
penerbangan Chengdu-Jiuzhaigou-Chengdu adalah rute penerbangan termahal
se-antero China, yaitu sekitar 2,5jt s/d 3 jt (PP), padahal lama penerbangan
cuma 45 menit. Bagi agan yg ingin berhemat bisa memikirkan jalur
Shenzhen/Guangzhou - Mianyang - Lanjut pake bus ke Jiuzhaigou, biaya bus cuma
Rmb 80. Daripada jalur Hongkong/Shenzhen/Guangzhou - Chengdu - Jiuzhaigou yg
umumnya dipakai biro perjalanan . Bila agan pake AA: KL - Chengdu, maka jalur
mahal Chengdu - Jiuzhaigou gak bisa dihindari.
Mianyang adalah sebuah kota kecil di
Sichuan. Meskipun kota kecil bandar udaranya sangat modern sekali, ciri khas
bandara kota-kota di china, yaitu perpaduan kaca dan metal.
Day 03
Pagi-pagi setelah sarapan di Hotel
kami meninggalkan kota transit ini menuju Jiuzhaigou dengan menggunakan bus.
Biaya bus cuma rmb 80, murah meriah, akhirnya sampailah kami di kota tujuan
yaitu Jiuzhaigou. Kami cek-in di Longkang Hotel, hotel bintang 3 bertarif Rmb
200 letaknya kurang lebih 100m dari Sheraton Hotel (sejalan). Di china meskipun
hotel berbintang 3 fasilitasnya kurang lebih spt bintang 4. Hotel yg kami
tempati ini dekat sekali dengan Jiuzhaigou valley, naik taksi sekitar Rmb 10.
Setelah cek-in kami turun ke kota
Jiuzhaigou, jaraknya tidak seberapa jauh. Setelah puas berkeliling kota, malam
harinya kami nonton pertunjukan Tibetan Show. Lokasi pertujukan ada di sebuah
hotel, posisinya tepat di sebelah hotel kami. Tiket masuk untuk turis adalah
Rmb 150 dan untuk org China sendiri Rmb 100, tp berhubung kami dibantu seorang
sopir Taksi yg baru kami kenal akhirnya kami mendapatkan tiket dgn harga lokal
yaitu Rmb 100, dengan syarat diberi uang lelah Rmb 10, lumayan menghemat
pengeluaran.
Pertunjukan berdurasi 1,5 jam ini
adalah pertunjukan wajib dikunjungi bila anda dtg ke Jiuzhaigou. Meskipun ini
pertunjukan tarian dan nyanyian tradisional Tibet tapi tetap menggunakan
teknologi modern spt lampu2, laser, dsb. Penonton tidak hanya melihat tarian
tapi juga diminta terlibat dalam pertujukan, spt ada kekuatan tarik selendang
dengan posisi jongkok, dimana pemenangnya dapat memilih dan mempersunting
wanita Tibet yg terkenal cantik, dan berhidung mancung. Ritual spt ini adalah
cara mempersunting wanita di Tibet sana. Meskipun hanya kimpoi-kimpoian dalam
pertunjukan in tp sangat menghibur sekali.
Day 04
Setelah sarapan pagi di hotel pagi ini kami mengujungi Jiuzhaigou valley dengan menggunakan taksi. Tidak sampai 3 menit sampai-lah kami di Jiuzhaigou Valley. Tempat ini sering dipakai film silat Hongkong sebagai tempat shooting karena keindahan alamnya, tidak heran bila Unesco menetapkan Jiuzhaigou sebagai salah satu World Heritage. Setelah membeli tiket masuk, kami dijemput bus di dalam untuk naik ke puncak Valley. Bus akan berhenti di beberapa perhentian untuk menikmati pemandangan alam di sana, spt Trasure Mirror cliff, Naorillang falls, sleeping dragon lake, 5 colour lake, pearl waterfall. Sepintas bila kita lihat danaunya sangat dangkal karena airnya sangat bening sekali, tp kenyataannya danau cukup dalam, jd pemandu wisata di dalam komplek Valley berulang kali mengingatkan para pengunjung untuk berhati-hati dan tidak bermain air danau.
Setelah sarapan pagi di hotel pagi ini kami mengujungi Jiuzhaigou valley dengan menggunakan taksi. Tidak sampai 3 menit sampai-lah kami di Jiuzhaigou Valley. Tempat ini sering dipakai film silat Hongkong sebagai tempat shooting karena keindahan alamnya, tidak heran bila Unesco menetapkan Jiuzhaigou sebagai salah satu World Heritage. Setelah membeli tiket masuk, kami dijemput bus di dalam untuk naik ke puncak Valley. Bus akan berhenti di beberapa perhentian untuk menikmati pemandangan alam di sana, spt Trasure Mirror cliff, Naorillang falls, sleeping dragon lake, 5 colour lake, pearl waterfall. Sepintas bila kita lihat danaunya sangat dangkal karena airnya sangat bening sekali, tp kenyataannya danau cukup dalam, jd pemandu wisata di dalam komplek Valley berulang kali mengingatkan para pengunjung untuk berhati-hati dan tidak bermain air danau.
Di dalam Jiuzhaigou valley juga
tersedia penyewaan baju Tibet, biaya sewa baju tsb Rmb 10. Pengunjung dpt
berfoto ria menggunakan baju Tibet dengan latar belakang View pemandangan di
sana. Mungkin banyak yg bertanya mengapa mesti Tibet, padahal jiuzhaigou di
Provinsi Sichuan. Hal ini disebabkan provinsi Sichuan berbatasan dgn Tibet,
banyak sekali org Tibet di Jiuzhaigou, sehingga budaya Bangsa Han
ber-akulturasi Suku Tibet. Butuh satu hari untuk menikmati seluruh pemandangan
alam di sana, namun kita tidak perlu ber-jalan untuk menikmati semua itu,
karena tersedia bus gratis di dalam valley yg berhenti di setiap perhentian
atau panorama.
Day 05 (11 Mei 2011)
Setelah sarapan pagi di Hotel, dengan mencarter mobil jurusan Jiuzhaigou- Kota Juancu untuk cek in di Hotel setempat- di antar ke Huanglong Valley (ditunggu sampai selesai)- diantar kembali ke kota Juancu. Biaya carter 1 mobil sedan Rmb 360.
Setelah sarapan pagi di Hotel, dengan mencarter mobil jurusan Jiuzhaigou- Kota Juancu untuk cek in di Hotel setempat- di antar ke Huanglong Valley (ditunggu sampai selesai)- diantar kembali ke kota Juancu. Biaya carter 1 mobil sedan Rmb 360.
Ane memilih Kota Juancu dengan alasan
dekat dengan Huanglong, juga dekat dengan airport Jiuzhai Huanglong Airport.
Bila kita nginap hotel di Jiuzhaigou maka kita akan bolak balik
Jiuzhaigou-Huanglong-jiuzhaigou, padahal jarak Jiuzhaigou- Huanglong kurang
lebih 100 km. Truz airport Jiuzhai Huanglong juga terletak di kota Juancu,
kurang lebih 18 km. Kalo dari Jiuzhaigou ke airport kurang lebih 120 km.
Setelah cek-in di hotel di kota Juancu
kami langsung mengunjungi Huanglong/ Mounigou Valley dengan mobil carteran
tadi. Perjalanan menuju Huanglong kita dapat melihat salju putih menutupi
tanaman, pohon, gunung, dsb. Ini adalah pengalaman pertama ane melihat salju.
Meskipun sudah bulan Mei tetap bisa menjumpai salju di sini. Di dalam area
Huanglong kami membeli tiket kereta gantung ke puncak Huanglong, kemudian
berjalan kaki turun dari bukit untuk menikmati pemandangan alam Huanglong.
Unesco juga telah menetapkan Huanglong sbg salah satu world heritage.
Di dalam Huanglong kita dapat
menikmati pemandangan alam yg sangat indah dan menakjubkan yaitu kolam yg
bertingkat-tingkat yg terjadi akibat fenomena alam. Juga kita dapat menikmati
air terjun yg bertingkat, gunung salju dsb. Setiap 1 km kita dpt menjumpai
rumah oksigen. Bagi kita yg tidak biasa dengan gunung atau merasa kurangnya
oksigen dalam tubuhnya dpt menghirup oksigen gratis di rumah oksigen, cukup
membayar alat hisap oksigen sekali pakai sebesar Rmb 1.
Kurang lebih jam 5 sore setelah
selesai menikmati Huanglong kami kembali ke Juancu dengan mobil carteran td yg
telah menunggu kami di muka pintu keluar. Malam ini kami beristirahat di hotel
karena lelah sekali, dan lagi hawa di sini cukup dingin membuat kami malas
untuk keluar hotel dan juga....ssst malas mandi malam.
Jiuzhaihuanglong Airport (Terminal) 12 Mei 20110
Day 06
Pagi sekali kami meninggalkan Juancu menuju Jiuzhai Huanlong Airport. Lokasi airport di atas gunung, kurang lebih 5.000 meter di atas permukaan laut. Kebetulan sopir taksi yg mengantar kami seorang Muslim dari suku Hui, sehingga kami sapa sang sopir Assalamualaikum, dan sang sopir langsung menjawab sapaan kami, sang sopir sangat ramah sekali terhadap kami setelah kami sapa dengan salam tersebut dan Sang sopir bercerita banyak tentang kehidupan Suku Hui di China dimana pemerintah memberi keistimewaan dalam banyak hal kepada mereka, spt kebebasan mempunyai anak lebih dari satu, dsb.
Pagi sekali kami meninggalkan Juancu menuju Jiuzhai Huanlong Airport. Lokasi airport di atas gunung, kurang lebih 5.000 meter di atas permukaan laut. Kebetulan sopir taksi yg mengantar kami seorang Muslim dari suku Hui, sehingga kami sapa sang sopir Assalamualaikum, dan sang sopir langsung menjawab sapaan kami, sang sopir sangat ramah sekali terhadap kami setelah kami sapa dengan salam tersebut dan Sang sopir bercerita banyak tentang kehidupan Suku Hui di China dimana pemerintah memberi keistimewaan dalam banyak hal kepada mereka, spt kebebasan mempunyai anak lebih dari satu, dsb.
Pagi ini kami berangkat ke Xi'an
dengan pesawat China Eastern. Xi'an adalah ibukota dari provinsi Xanxi. Hotel
yang kami tempati adalah Melody Hotel, letaknya sangat strategis krn tepat di
depan Drum Tower, juga di depan hotel adalah tempat pemberhentian Airport
Shuttle Bus. tarif bus Rmb 26. Hotel ber-bintang 3 ini bertarif Rmb 289.
Setelah cek-in hotel kami berjalan
kaki ke Drum & Bell tower. Bangunan ini lambang dari kota Xi'an. Bangunan
peninggalan sejarah ini sangat dirawat sehingga sangat terpelihara keadaan
bangunannya. Tiket masuk ke dalam 2 bangunan ini adalah Rmb 40. Sama spt
fasiltas milik pemerintah lainnya untuk org tua diatas 55 thn dpt diskon,
sedangkan di atas 65 thn GRATIS !! tidak perduli penduduk setempat atau turis,
yg penting dpt menunjukkan KTP atau Pasport. Arsitektur bangunan2 gedung di
Xi'an agak beda dgn kota lainnya di China, hal ini bisa kita jumpai pada
gedung2nya, baik itu Shopping Mall, hotel, atau Kantor, selalu kita jumpai
bentuk atap khas China.
Siang harinya kami pergi ke Terracotta.
Terracotta adalah patung2 prajurit perang di jaman dinasty Qin Shi Huang, yg
dibuat pada abad ke-3 sebelum masehi. Anehnya meskipun jumlahnya patungnya
ribuan tp tidak satupun dari patung tsb sama wajahnya. Sore harinya setelah
dari Terracotta rencananya kami ingin ke istana Hua Qing Hot Spring sambil
melihat pertunjukan lagu dan tari di sana, tp kami skip, kami memilih ke Big
Wild Goose pagoda. Pada malam hari tepat di depan Pagoda ada pertunjukan air
mancur yg disertai dgn lampu dan lagu terbesar di Asia. Total 7 lagu yg
dimainkan, ada lagu mandarin, juga ada lagu barat. Sangat ramai sekali org2
berkumpul di tempat ini utk menyaksikan pertunjukan, lagi2 penyebabnya Gratis,
he he he.
Day 07 (13 Mei 2011)
Pagi hari sekali sarapan di Mc Donald (persis di dpn Hotel), krn tarif hotel gak include breakfast. Jauh2 ke china kok makan Mc donald ? bosan makanan China kepingin yg fastfood. Secangkir kopi hangat dan sebuah Cheese burger cukup-lah untuk mengganjal perut di pagi hari. Setelah sarapan kami meniggalkan Hotel dgn Shuttle Bus yg perhentiannya tepat di depan hotel, untuk melakukan penerbangan ke Shenzhen.
Pagi hari sekali sarapan di Mc Donald (persis di dpn Hotel), krn tarif hotel gak include breakfast. Jauh2 ke china kok makan Mc donald ? bosan makanan China kepingin yg fastfood. Secangkir kopi hangat dan sebuah Cheese burger cukup-lah untuk mengganjal perut di pagi hari. Setelah sarapan kami meniggalkan Hotel dgn Shuttle Bus yg perhentiannya tepat di depan hotel, untuk melakukan penerbangan ke Shenzhen.
Tiba di Bao'an shenzhen Airport
sekitar jam 12 siang, langsung beli Voucher hotel di aiport. Biasanya ane pesan
dulu di Internet, kali ini langsung aja karena hotel di Shenzhen sangat banyak
dan murah lagi. Setelah cek-in kami langsung pergi ke Dongmen pedestrian street
shopping, kurang lebih spt Nanjing street di shanghai, atau Beijing street di
Guangzhou, tp yg ini lebih luas lagi. Kami makan siang di sini, di Real Kungfu,
fastfood ala China dgn logo gambar Bruce lee. Makanan Nasi Ayamnya sangat lezat
sekali, minumnya kacang hijau blender. Puas berbelanja di sini kami kembali ke
hotel.
Malam harinya kami makan makanan khas
org Shenzhen di sekitar hotel, sangat murah dan enak sekali, enggak kalah dgn
di resto2.
Day 08 (14 Mei 2011)
setelah sarapan di sekitar hotel kami meninggalkan Shenzhen menuju Hongkong lewat Lowu. Sampai di Hongkong airport setelah cek-in masih ada waktu sekitar 4 jam, akhirnya kami putuskan naik Airport Express train ke Tsing Yi. Tsing Yi adalah pemberhentian pertama train Mrt ini. Bukan hanya sbg tempat pemberhentian, di Tsing Yi ini juga adalah Shopping Mall yg sangat besar sekali. Kami makan siang dan berbelanja di sini untuk oleh2 di bawa pulang ke Indonesia. 30 menit sebelum pesawat Cathay Pacific boarding kami telah kembali ke airport untuk melakukan penerbangan kembali ke Surabaya. Pesawat landing mulus di Juanda International di kota tercinta Surabaya. Berakhir sudah perjalanan yg mengesankan dan tak terlupakan ini.
setelah sarapan di sekitar hotel kami meninggalkan Shenzhen menuju Hongkong lewat Lowu. Sampai di Hongkong airport setelah cek-in masih ada waktu sekitar 4 jam, akhirnya kami putuskan naik Airport Express train ke Tsing Yi. Tsing Yi adalah pemberhentian pertama train Mrt ini. Bukan hanya sbg tempat pemberhentian, di Tsing Yi ini juga adalah Shopping Mall yg sangat besar sekali. Kami makan siang dan berbelanja di sini untuk oleh2 di bawa pulang ke Indonesia. 30 menit sebelum pesawat Cathay Pacific boarding kami telah kembali ke airport untuk melakukan penerbangan kembali ke Surabaya. Pesawat landing mulus di Juanda International di kota tercinta Surabaya. Berakhir sudah perjalanan yg mengesankan dan tak terlupakan ini.
Source : KASKUS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar