Wacana penerapan kebijakan pemerintah tentang pembatasan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi untuk mobil pelat hitam sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan gas bumi dengan begitu Pertamina bakal bersaing ketat perusahaan asing dalam pemasaran BBM retail nonsubsidi.
Menurut kutipan dari salah satu sumber terpercaya, "Kompetisi antara Pertamina dengan SPBU asing seperti Shell dinilai baik untuk kepentingan konsumen. Dengan masuknya Pertamina dalam mekanisme pasar maka dapat meningkatkan daya kompetisi Pertamina."
Menurut kutipan dari salah satu sumber terpercaya, "Kompetisi antara Pertamina dengan SPBU asing seperti Shell dinilai baik untuk kepentingan konsumen. Dengan masuknya Pertamina dalam mekanisme pasar maka dapat meningkatkan daya kompetisi Pertamina."
Pertamina dan Shell, Keduanya, sama-sama mengusung slogan 3S, “Senyum, Sapa dan Salam”. SPBU "Pasti Pas"
Dalam keterangan dari sebuah media yang mewawancarai sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengaku memilih Pertamina karena jaringannya luas. Data BPH Migas menyebutkan Pertamina memiliki 768 buah SPBU untuk wilayah Jabodetabek dan secara keseluruhan di Indonesia Jumlah SPBU Pertamina sendiri sampai akhir Desember 2009 sejumlah 4.509 unit.
Ini berbeda dengan Shell misalnya, Salah satu produsen Bahan Bakar Minyak (BBM) asal Belanda, PT Shell Indonesia hanya mempunyai 41 SPBU di wilayah Jabodetabek.
Shell bisa menjadi partner Pertamina ?
Seorang pelanggan Shell, mengakui memilih memakai Shell karena pelayanannya cukup bagus. “Dengan harga tak jauh berbeda tapi pelayanan dan profesionalisme lebih di Shell, seperti kaca mobil depan dan belakang dilap, mengelap jika ada tetesan bahan bakar yang tercecer dan mengenai mobilserta menawarkan mengisi angin kendaraan." Shell selalu melakukan inspeksi pelayanan ke setiap SPBU minimal satu kali setiap bulan. Karena itu para petugas SPBU Shell wajib melayani konsumen dengan sungguh-sungguh. Faktor keamanan juga diutamakan oleh Shell, jika dahulu dirinya mengisi bahan bakar dengan keadaan mesin menyala, maka di Shell hal itu dilarang. Konsumen wajib untuk mematikan mesin sebelum mengisi bahan bakar, jika tidak maka petugas Shell tidak akan melayani pengisian bahan bakar.
Konsumen Shell lainnya mengaku bisa lebih hemat memakai Shell. Jika dahulu dia menghabiskan Rp170 ribu per minggu untuk mengisi BBM lain, setelah memakai Shell Super pengeluarannya jadi Rp150 ribu per minggu.
Namun ada kelemahan juga, yaitu pembayaran harus ke kasir yang terletak di tengah-tengah SPBU. Karena Petugas Shell yang menuang bahan bakar ke tangki bensin tidak diperbolehkan memegang uang sehingga ada jeda waktu dari petugas SPBU yang menuang ke kasir.
Support By : Andy Pago, Darwin



